RSS Feed
Tes Calon Web Anda Tanpa www, lalu klik CEK

Cek Nama Domain ?

DAFTAR WEBSITE SEMENTARA
SIKERJABEKASIKOTA.GO.ID

SIAGA PENDIS KOTA BEKASI

MY FACEBOOK
PENGUNJUNG


widgeo.net
MY KAHOOT

MY SLIDESHARE

PAKIS KOTA BEKASI

TUTORIAL WEB MATIC
Visitor

Selamat Datang!
image

Drs. HM. YUNUS, M.Pd.I

No.HP: 08161397930, WA:081314609933


d/a: KANTOR DINAS PENDIDIKAN LT.2 KOTA BEKASI JAWA-BARAT
WHATSAPP WEB

SI JAMPANG BEKASI KOTA

AKREDITASI LOGIN

Al-Quran 30 Juz On-Line
KUMPULAN DOA-DOA
@GMAIL.COM

GAMBAR ANIMASI

MY YAHOO

CANDI BAWAH LAUT ???

image

"Saya Ngakak Dengar Berita Candi Bawah Laut"

Gambar candi bawah laut diduga di Selat Bali beredar di twitter

VIVAnews - Sebuah foto di situs microblogging kemarin Twitter menghebohkan Indonesia.

Tampak patung-patung mistis dewa-dewa -- dengan wajah tertutup lumut-- berdiri di kedalaman 100 kaki dasar laut. Di belakangnya nampak ornamen pagar candi. 

Rumor pun berhembus. Ada yang berspekulasi masih ada lebih dari 10 candi serupa terendam di lautan antara Jawa dan Bali. Media-media lokal bahkan menghubung-hubungkannya dengan penemuan kota 'Atlantis yang Hilang'.

Belakangan, dipastikan bahwa semua dugaan dan spekulasi itu salah kaprah.

Itu bukan foto candi bawah laut, apalagi petunjuk keberadaan kota misterius Atlantis.

Seperti dimuat Telegraph, itu hanyalah taman bawah laut yang dibangun penyelam Inggris untuk menghibur para kliennya.

Paul Turley (43), 'menenggelamkan' kota pada 2005 sebagai bagian dari atraksi turis yang sedang berkunjung ke sekolah selamnya di Permuteran, di barat laut Bali.

Dia dan koleganya dari Australia, Chris Brown juga membangunnya sebagai rumpon, terumbu karang untuk konservasi laut.

Para penyelam yang mengunjungi 'candi bawah laut' akan menyumbang ke proyek Reef Gardener -- yang bertujuan melatih nelayan lokal yang menganggur untuk memelihara karang dekat dengan situs menghebohkan itu.

"Ketika mendengar cerita penemuan 'candi bawah laut itu' saya ngakak [tertawa terbahak-bahak]," kata Turley ketika dikontak Daily Telegraph.

"Kami menenggelamkan taman candi itu sebagai ide menyenangkan, membuat sesuatu yang berbeda. Klien kami yang menyelam ke sana menyukainya."

"Publikasi yang kami lakukan mungkin tak terlalu bagus, karena jarang yang tahu soal situs itu -- tapi kini misteri besar telah terkuak," tambah Turley. (umi)

Baca juga: Indonesia Lokasi 'Atlantis yang Hilang' ?

Thu, 5 Aug 2010 @12:52


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2019 HM YUNUS · All Rights Reserved