RSS Feed
Silahkan Mencoba Calon Website Anda Tanpa www

Cek Nama Domain ?

Sudah Solatkah Anda?
JADWAL SOLAT

Al-Quran 30 Juz On-Line
IBADAH HAJI DAN UMROH
KUMPULAN DOA-DOA
TUTORIAL WEB MATIC



widgeo.net

Visitor

Laporan - Ptk PAI

By Dedi Dwitagama , on 10/01/2008 at 2:31 PM

 

ABSTRAKSI

Penulis berasumsi bahwa pembiasaan sholat lima waktu masih minim dilaksanakan oleh remaja, termasuk siswa-siswi SMKN 3 Jakarta, setelah kami tanyakan dikelas, hampir setiap kelas hanya rata-rata 15% yang terbiasa sholat lima waktu, itupun umumnya anak-anak Rohis. Kami berasumsi bahwa kebiasaan sholat lima waktu dapat ditingkatkan. Asumsi tersebut jelas memerlukan metode yang jitu. penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan  metode yang akurat dalam memacu siswa  guna pembiasaan sholat lima waktu. 1. Judul PTK ini adalah “ Meningkatkan kebiasaan sholat lima waktu melalui  pemberian motivasi multi aspek    Sholat dicanangkan oleh Allah untuk membentuk kepribadian seorang muslim yang tangguh, dalam sholat Allah mengajarkan hidup disiplin, hidup sabar,bermasyarakat, mengajarkan hidup sehat, hidup bersih lahir dan batin, menahan dan pengendalian diri, berkomunikasi dengan Khaliknya, 2.  Permasalahan kurangnya kesadaran siswa untuk membiasakan sholat lima waktu. Inilah yang mendorong peneliti untuk mengkaji kebiasaan sholat lima waktu yang sudah jauh dari yang dicontohkan Rasulullah, beberapa kali survey kecil, setiap kelas yang kami survey tidak lebih 15 % yang sudah melaksanakan sholat lima waktu secara rutin lima kali sehari semalam, survey secara kwantitas belum lagi sebagai kwalitas tentu lebih banyak lagi.

3. Metode yang saya gunakan adalah pemberian motivasi melalui memperdalam kajian sholat , melalui kajian nikmat umumnya, melalui kajian diri pribadi siswa , melalui  video penciptaan Alam semesta . Sehingga semua potensi rohani dan jasmaninya bisa berfungsi dengan lebih baik. Sehingga terdorong untuk mensyukuri nikmatNya salah satunya adalah melakukan shalat lima waktu

LAPORAN     BAB. I. PENDAHULUAN A. Latar belakang,   Mulai Indonesia merdeka, telah dicanangkan oleh para peminpin bangsa kita, untuk merumuskan tujuan negara muda yang dibangun itu, yaitu membentuk masyarakat yang adil dan makmur. Setelah melalui beberapa dasawarsa lahirlah pembarauan-demi pembaharuan yang menitikberatkan pembangunan. Pembangunan itu memerlukan tenaga penggerak sebagai motor yang menggerakkan semua aspek dari pembangunan tersebut. Tenaga pengerak tersebut ialah manusia yang mempunyai keahlian (skill), tanpa keahlian pembangunan itu tidak akan berjalan lancar. Tenaga ahli itu dihasilkan oleh pendidikan, karena itu pendidikan memegang peranan penting dalam mencapai tujuan negara, yaitu masyarakat adil dan makmur. Pemikiran tentang pentingnya pendidikan sudah dimulai sebelum Indonesia merdeka, Pada awal kemerdekaan lahirlah undang no 4 tahun 1950 jo Undang-undang nomor 12 tahun 1954 tentang dasar-dasar pendidikan dan pengajaran di sekolah. Pada tahun 1989 lahir Undang-undang  nomor 2 tentang Sistem Pendidikan Nasonal, terakhir , Permen no 22 tentang standar isi, Permen no 23 tentang standar kompetensi lulusan    B.   Rumusan Masalah    Sholat adalah  merupakan pangkal tolak pembinaan kepribadian seseorang muslim, yang dijadikan oleh Rasulullah sebagai tiang Agama Islam, satu-satunya ibadah yang diwajibkan secara berulang setiap hari, seumur hidup. Apabila pembinaan sholat itu terabaikan akan meruntuhkan sendi-sendi Islam itu sendiri sekali gus meluluhlantahkan pembinaan umatnya. Oleh sebab itu peningkatan  pembiasaan sholat itu merupakan hal yang urgen untuk diterapkan kepada siswa. Bagaimana memotivasi siswa untuk membiasakan sholat lima waktu?, Bagaimana mengelola waktu yang singkat untuk tatap muka tapi efektif dan efesien dalam membina mereka. C. Tujuan Penelitian     Penulis berasumsi bahwa pembiasaan sholat lima waktu masih minim dilaksanakan oleh remaja, termasuk siswa-siswi SMKN 3 Jakarta, setelah kami tanyakan dikelas, hampir setiap kelas hanya rata-rata 5% yang terbiasa sholat lima waktu, itupun umumnya anak-anak Rohis. Kami berasumsi bahwa kebiasaan sholat lima waktu dapat ditingkatkan . Asumsi tersebut jelas memerlukan metode yang jitu. penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan  metode yang akurat dalam memacu siswa  guna peningkatan pembiasaan sholat lima waktu      D.  Manfaat Penelitian Penelitian ini bermanfaat untuk untuk acuan pengajaran yang lebih maksimal di masa mendatang minimal untuk bahan kajian yang mengacu kepada kemajuan dimasa mendatang.                                        BAB.II. KAJIAN TEORI DAN PUSTAKA.   Pendidikan merupakan kunci kemajuan dan kesuksessan masa depan suatu bangsa, itu pulalah yang menyebabkan pemimpin Jepang paska bom Hiroshima dan Nagasaki menanyakan berapa orangkah guru yang masih tertinggal dan selamat. Pendidikan merupakan pembimbigan seseorang kearah dewasa, baik secara biologis,baik secara ekonomis, baik secara sosiologis. Seseorang yang dewasa harus mempunyai skill life atau kecakapan hidup sehingga dia tidak menjadi beban bagi orang lain, Dia harus mempunyai kepribadian yang mandiri sehingga setiap tantangan, rintangan dan persoalan hidup dapat menerima dengan tenang, kemudian menghadapi dengan cermat, dan mengatasi serta memecahkannya dengan bijaksana. Hakikat belajar mengajar: menurut Abu Ahmadi hakikat mengajar itu ada jenis 1. menanamakan pengatahuan kepada anak, 2. menyampaikan pengetahuan dan kebudayaan kepada anak, 3. suatu aktivitas mengatur lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkan dengan anak didik sehingga terjadi prases belajar.Hakiakat belajar adalah usaha sadar untuk menguasai ilmu, untuk dapat menerapkan pengetahuan ,   untuk dapat melaksanakan suatu pekerjaan dengan baik. Jadi belajar dan mengajar saling berkaitan dalam suatu proses menuju perubahan pengetahuan, perubahan tingakah laku, perubahan keterampilan dan dapat mengatasi persoalan hidup dengan baik dan mandiri. A.  Kajian Umum Pendidikan Kegiata belajar mengajar supaya lebih efektif harus memperhatikan sebagai berikut: 1.      Tujuan belajar mengajar Secara umum tujuan belajar mengajar adalah untuk mengubah pengetahuan peserta didik, mengubah kepribadian, mengubah keterampilan. Jadi dalam pendidikan harus ada perubahan kalau tidak ada perubahan maka kegiatan belajar itu tidak berhasil.   2.      Guru sebagai salah satu sumber belajar. Guru yang membimbing harus orang kompeten, pendidik yang kompeten  adalah guru yang mempunyai kesadaran kependidikan yang tinggi dan memenuhi syarat -syarat seorang guru yang baik. a.      Kesadaran kependidikan. Menurut J. Murry Lee dalam bukunya” Elementry Education to day and tomorrow, bahwa pada seorang guru sebagai anggota profesi hendaklah terdapat kesadaran profesi seabagai berikut: 1).     Kesadaran pertama, adalah kesadaran pelayanan profesi mengemban tugas untuk kepentingan masyarakat. Kesadaran ini diterapkan dan tercermin dalam prilaku di Sekolah dan luar sekolah. 2).     Kesadaran kedua, adalah kesadaran profesi guru menuntut kompetensi intelektual dan keterampilan profesi yang cukup tinggi, hal ini berarti adanya kesadaran untuk meniglkatkan harkat, martabat dan wibawa profesi. 3).   Kesadaran ketiga, adalah kesadaran tentang  jaminan  terhadap masyarakat bahwa kita mampu untuk melaksanakan tugas mengajar dengan baik, berarti seorang guru mempunyai rasa percaya diri yang tinggi. 4).     Kesadaran keeempat, adalah kesadaran untuk berorganisasi untuk kepentingan meningkatkan aktifitas dan pertumbuhan professional.   b.      Syarat-syarat untuk menjadi guru yang baik. Untuk menjadi guru yang baik harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : 1).     Ijazah guru. Seorang guru/pendidik haruslah mempunyai Ijazah guru, karena ijazah ini merupakan bukti otentik bahwa seseorang itu telah mempunyai dasar keguruan. 2).     Sehat jasmani dan rohani. Pendidik haruslah sehat  jasmaniyah dan rohaniyah yang dibuktikan dengan keterangan dokter. Hal ini penting sebab orang yang tidak sehat tidak mungkin melaksanakan tugasnya dengan baik dan teratur, apalagi tugas yang berat karena menyangkut masyarakat. 3).    Mempunyai kepribadian yang baik. Pendidik merupakan contoh hidup( living example) bagi peserta didik, oleh sebab itu gurulah yang lebih dahulu menerapkan norma-norma yang terpuji yang tercermin dalam perbuatannya. 4).     Memiliki rasa tanggungjawab, Pendidik haruslah orang yang bertanggungjawab dapat meninggalkan norma daerah dan kelompok untuk kepentingan nasional. Sehingga setiap permasalahan dapat dilihat dalam konteks yang luas.       c.      Sikap dan sipat-sipat guru yang utama Pendidik yang baik haruslah memiliki sikap mental dan siapat-sipat yag utama. Sikap dan sifat utama ini akan menjadikan seseorang itu mempunyai wibawa sehingga orang berkeinginan untuk mengikutinya. Sesuai dengan tugas Nabi Muhammad SAW diutus ke dunia seabagai pendidik yang ulung, dengan sabdanya: “ sesungguhnya aku diutus adalah untuk menyempurnakan akhlak mulia ( H.R Bukhari dan Muslim). Sikap dan sipat-sipat utama itu merupakan kunci kesuksesan seorang pendidik dalam menjalankan tugasnya. Sikap dan sipat itu antara lain: 1).   Adil. Pendidik haruslah menerima muridnya secara adil, guru tidak membedakan murid yang pintar dengan yang bodoh, yang cakap dengan yang kurang cakap, sehingga murid merasa diperlakukan sama dan secara adil. 2).  Percaya dan cinta kepada anak didik dalam arti yang positif. Pendidik haruslah mempercayai murid bahwa mereka mampu mandiri, Guru harus menyenangi murid dalam arti yang positif, sehigga kegiatan akan berjalan dengan penuh kedamaian. Guru harus mempunyai suatu keyakinan bahwa murid mempunyai kata hati yang cendrong kepada yang baik, tetapi kata hati murid masih lemah oleh sebab itu guru mengembangkan dan membimbingnya supaya mempunyai kepribadian mandiri. 3). Sabar dan rela berkorban. Pendidik haruslah mempunyai kesabaran yang tinggi, sebab seorang pendidik menghadapi manusia yang terdiri dari berbagai latar belakang kehidupan yang berbeda, kemauan yang beragam, watak dan kecendrongan yang berbeda pula. Karena orang yang sabar disayang Allah, sesuai dengan firmannya berbunyi: “ Sesungguhnya Allah Cinta orang yang sabar” ( Q.S. Al-Baqoroh 153). 4). Mempunyai kewibawaan terhadap murid. Kewibawaan adalah pengakuan murid terhadap kelebihan gurunya sehingga mereka terdorong untuk meniru dan mengikutinya dengan sukarela. 5). Guru harus cerah dan riang. Seorang guru harus cerah dan riang sehingga murid tidak terperangkap dengan perasaan yang tertekan. Mereka akan belajar sambil bermain untuk mencapai tujuan pendidikan.   6). Bersikap baik terhadap guru lainnya. Rekanan guru adalah merupakan kelompok pendidik yang saling mengisi dalam proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan. Kalau dewan guru atau rekanan guru tidak sejalan dalam mendidik murid, sama halnya laksana dua orang yang satu membangun yang lainnya meruntuhkan, tak mungkinlah gedung akan berdiri. Demikian pulalah rekanan guru yang tak searah, menimbulkan masalah baru, yang akhirnya akan menghambat pencapaian tujuan. 7).     Bersikap baik terhadap masyarakat. Masyarakat adalah partner guru dalam melaksanakan tugasnya. Tanpa kerjasama masyarakat dengan guru sulitlah untuk melaksanakan pendidikan dengan baik. Karena pada hakikatnya guru itu pengabdi dan pelayan masyarakat.   8). Guru harus menguasai materi yang diajarkan. Penguasaan bahan ajar merupakan keharusan bagi guru, karena tanpa penguasaan materi yang sempurna akan menimbulkan kehilangan wibawa seorang guru. Bila murid tahu kelemahan gurunya maka akan terjadilah suasana yang tidak serasi. Kalau hal ini terjadi berlarut-larut akan menimbulkan dampak negative pada hasil belajar murid. 9). Guru harus suka pada mata pelajarannya. Pendidik harus menyenangi pelajaran yang diajarkan, sehingga akan mudah mempersiapkan dan melaksanakan. Pelajaran yang disenangi akan berhasil lebih baik ketimbang pelajaran yang dibenci, karena pelajaran yang disenangi guru menjadikan proses belajar mengajar yang lebih hidup dan gembira. 10). Guru harus mempunhyai pengetahuan yang luas. Dalam masyarakat tertentu guru dianggap serba tahu segala hal, tempat bertanya kalau tak mengetahui, tempat mencari informasi dansebagainya. Kecewalah masyarakat bila guru panutannya mempunyai banyak kelemahan.     3.      Azas didaktik Dalam Kegiatan belajar hendak memperhatikan pengajaran (azas didaktik) antara lain : a.      Harus ada pemusatan perhatian sehingga semua potensi yang ada pada diri peserta didik dapat berfungsi dengan maksimal. b.      Harus ada keaktifan peserta didik harus aktif dalam proses belajar mengajar, keaktifan itu menunjukan dalam jiwa siswa itu ada proses. c.      Kegiatan belajar mengajar itu harus ada bahan yang diragakan sehingga dapat dilihat oleh siswa, d.      Memperhatikan kemampuan peserta didik. e.      Korelasi dan konksentrasi, f.        Praktis dan efesien     4.      Bahan pengajaran a.   Bahan pembelajaran harus memenuhi tujuan umum pemdidikan dan tujuan sekolah. Di Negara manapun sekolah adalah tempat pendidikan, yaitu memberikan endidikan keseluruhan, yang meliputi pendidikan jasmani, rohani, pendidikan perorangan serta kemasyarakatan. b.   Bahan pengajaran harus sesuai dengan tingkat sekolah, perkembangan jiwa serta jasmani murid pada umumnya. Maksudnya guru memperhatikan apakah masih tingkat pemula atau menengah atau sudah tingkat tinggi. c.   Bahan pembelajaran pokok pendidikan Agama Islam. Materi pokok pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Kejuruan ialah: 1). Keyakinan dan kepercayaan. Keyakinan dan keperyaan menurut Islam, merupakan fondasi ajaran Islam  disebut keimanan. Keimanan inilah yang melandasi semua amal seseorang yang mengaku beragama Islam, Tanpa landasan keimanan yang benar  semua amal akan sia-sia. Sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur’an surat Ibrahim ayat 18 berbunyi: “ Perumpamaan orang yang kafir dihadapan Tuhannya, amal-amal mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari berangin badai. Mereka tak bisa mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan…” ( Q.S. Ibrahim ayat 18).      2). Ibadah Kepada Allah SWT.( Fikih). Ibadah merupakan realisasi dari keimanan seseorang yang sebagai  bukti bahw imannya benar. Orang yang mengatakan beriman tidak mengamalkannya disebut fasik, Orang yang berpura-pura beriman ibadah hanya untuk mengelabui mata atau untuk politis belaka supaya terbebas hokum dunia disebut munafiq. Manusia munafiq ini diancam Allah dengan firmannya: “ Orang yang munafiq tempatnya di neraka yang paling dalam, tiada yang dapat menolong mereka ” ( Annisa: ayat 145).   3). Cara membaca Al-Qur’an dan membiasakannya. Al-Qur’an merupakan pedoman pokok umat Islam untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Dengan Al-Qur’an dan hadits Nabilah kita dijamin akan mendapat kebahagiaan dan tidak akan sesat selamanya. Sesuai sabda Nabi Muhammad SAW berbunyi: “ Telah kutinggalkan bagimu dua perkara   apabila engkau berpegang teguh kepada keduanya engkau tidak akan sesat selamanya, yaitu kitab Allah(Al-Qur,an) dan sunah Rasulnya”. (HR. Ibnu ‘Abdil Barri). Oleh sebab itu mempelajari Al-Qur’an merupakan keharusan bagi umat yang mendambakan petunjuk  yang abadi. Sehingga Nabi memberikan dorongan dengan sabdanya: “ Orang yang paling baik diantara kamu ialah orang yang belajar Al-Qur’an dan yang mengajarkannya” .(HR. Bukhari)   4).     Pengetahuan hukum Islam. Pengatahuan hokum Islam itu menyangkutan aturan pribadi dan masyarakat  ataupun sanksi-sanksi Allah yang akan diberlakukan di dunia dan ditangguhkan di akhirat , yang disebut syari’at.  Setiap umat Islam mempunyai kewajiban untuk melaksanakan sebagai realisasi iman dan penyerahan tanpa syarat keharibaan Allah Maha Kuasa. Sehingga orang yang tidak mau melaksanakan hukum itu disebut kafir. Sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-Maidah ayat 44 berbunyi: “ … dan siapa yang tidak menghukum dengan apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang yang kafir ”.(Al-Maidah: 44).   5). Pergaulan hidup antara sesama manusia.       Pergaulan hidup antara sesame manusia, baik sesame muslim atau dengan non muslim disebut mu’amalah. Mu’amalah ini antara lain jual beli, utang piutang, pinjam meminjam, uapah mengupah,cara bertetangga dan cara bermasyarakat.    d.      Tema sentral Pendidikan Agama Islam. Pengertian tema sentral adalah sub mata pelajaran atau pokok bahasan dari pendidikan Agama Islam yang minimal yang harus dicapai pada jenjang pendidikan tertentu. Pada dasarnya tema sentral itupemenuhan harapan orang tua, masyarakat, pemerintah serta kebutuhan siswa itu sendiri tentang pendidikan Agama Islam. 1)     Kemapuan siswa untuk beribadah dan membiasakannya dengan baik dan tertib( kemampuan sholat dan ibadah lainnya). 2)     Kemampuan siswa untuk membaca Al-Qur’an dengan baik. 3)     Tercerminnya Akhlak yang baik dari siswa.   e.  Tolak ukur keberhasilan Pendidikan Agama Islam  di SMK. Setelah membicarakan materi dan tema sentral pendidikan Agama Islam di sekolah, barulah kita dapat menentukan tolak ukurnya atau standar kompetensi Lulusan (SKL).   1).     Siswa memiliki pengetahuan fungsional tentang agamanya meliputi pengetahuan tentang keimanan kepada Allah, keimanan kepada malaekat, keimanan kepada rasul, tentang qadha dan qadar, pengetahuan tentang hukam waris, munakahat dan sebagainya. 2).     Siswa meyakini agamanya dan menghormati orang lain meyakini agamanya. Prinsip ini meliputi antara lain : beriman dengan benar, mensyukuri nikmat Allah dengan memelihara dan mengembangkannya, toleransi terhadap penganut agama lain, serta menjadi warga Negara yang baik. 3).     Siswa bergairah beribadah . Hal ini tercermin dalam tindakan siswa antara lain: menunaikan sholat lima waktu, menunaikan sholat jum’at dengan baik, suka sholat tarawih dan idain, menunaikan ibadah puasa bulan Romadhan sesuai dengan syarat dan rukunnya yang ditentukan agama. 4).     Siswa berakhlak mulia dan berbudi luhur. Berakhlak mulia dan berbudi luhur dapat dilihat dalam keadaan sehari-hari berupa: suka bertutur bahasa yang sopan, berbuat baik kepada orang lain, suka berbakti kepada orang tua, suka bersih dan kebersihan, suka memelihara lingkungan hidup, mematuhi aturan yang berlaku, suka mengucapkan kalimat thoibah, suka melakukan kebiasaan yang baik. 5).     Siswa dapat membaca kitab suci agamanya dan berusaha dan berusaha memahaminya. Dapat membaca kitab suci ini tercermin dalam kehidupannya antara lain:  suka membaca Al-Qur’an, hapal surat-surat pendek dan mampu menuliskannya. 6).     Siswa rajin belajar dan giat bekerja. Kegiatan ini dapat direalisasikan dalam bentuk : mereka belajar dengan tertib tanpa perintah dan berusaha mencapai hasil atau berprestasi baik, suka mengerjakan yang baik tanpa perintah, suka membantu, mengunjungi dan mendo’akan temannya yang mendapatkan musibah, peduli terhadap orang yang lemah, ikut memelihara tempat ibadah dan lingkungan sekitarnya. 7). Siswa mensyukuri nikmat Allah swt. Kemauan mensyukuri nikmat Allah dapat dinyatakan berupa: suka memelihara kebersihan dan kesehatan jasmani dan rohani, suka memelihara milik pribadi dan milik bersama dengan cermat, kemampuan menggunakan ilmu dan keterampilan yang dimiliki untuk kebaikan. Suka memelihara milik bersama untuk kepentingan umum seperti telpon/ jembatan dan sebagainya. 8).     Kemampuan menciptakan kerukunan hidup antar warga dan golongan. Suasana ini tergambar dalam bentuk: siswa tidak mengganggu orang lain dalam beribadah, tidak mengganggu dan merusak tempat ibadah, bergaul dengan orang lain sekalipun berbeda agama namun tetap menghormati keyakinan agama masing-masing.         5.      Metode pengajaran  Metode dan Strategi Belajar ia;lah pola umum perbuatan guru dan murid dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar, sedangakan metode berasal dari kata Yunani ( Greek ) yang terdiri dari ( metha = melalui/ melewati  hodos = jalan/cara ). Jadi metode belajar mengajar berarti jalan atau cara yang yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan pengajaran. Strategi dan metode ini mutlak harus digunakan dalam proses belajar mengajar, supaya kita mencapai tujuan yang maksimal, tanpa metode dan strategi akan mendapatkan banyak kendala dalam pelaksanaan pendidikan. Hal ini sesuai dengan tuntutan Allah dalam surat 16 An-Nahal ayat 125 berbunyi: Artinya:  Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. Disini dijelaskan supaya dalam memberikan pelajaran dilaksanakan dengan bijaksana atau dengan strategi dan metode yang baik agar mencapai hasil yang baik pula. Metode yang dapat yang digunakan dalam proses belajar sangat beragam. Menurut Hasibuan Dip. Ed dkk ada enam macam yaitu:   metode ceramah, Tanya jawab,  diskusi,    kerja kelompok, simulasi  dan demontrasi. Menurut Tim Bakti Guru, metode belajar mengajar itu terdiri empat belas macam yaitu:  Penugasan,   proyek, diskusi , ekprimen, widyawisata, bermain peran, demontrasi, sosiodrama, pemecahan masalah, Tanya jawab, ceramah, latihan, bercerita dan pameran. Menurut Prof Dr Winarno Surakhmad metode belajar mengajar itu terdiri dari delampan metode yaitu: ceramah, tanyajawab, diskusi, latihan, demontrasi, ekprimen, karyawisata dan kerjakelompok. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa metode belajar mengajar itu bervariasi sekali jika variasi ini diterapkan dengan seksama dalam pengajaran maka guru dan murid tidak akan cepat jemu dalam mengajar. Adapun metode itu ialah: a.      metode ceramah. Metode ceramah suatu metode mengajar yang penyajian materinya melalui penuturan dan penerangan lisan guru kepada siswa. b.      metode Tanya Jawab. Metode Tanya Jawab suatu cara penyajian bahan pelajaran melalui berbagai bentuk pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa atau sebaliknya. c.      metode diskusi.          Metode diskusi suatu cara penguasaan bahan pelajaran melalui wahana tukar pendapat berdasarkan pengetahuan dan pengalaman dalam suatu masalah. d.      metode kerja kelompok.          Metode kerja kelompok cara penguasaan bahan pelajaran dengan mengerjakan tugas atau topic secara berkelompok. e.      metode simulasi.             Metode simulasi suatu cara mengajar dengan perbuatan hanya berpura-pura atau berlaku sebagai dalam ituasi tertentu. f.        metode demonstrasi.             Metode demontrasi suatu cara mengjar dengan mempertunjukkan sesuatu atau cara mengerjakan sesuatu.   g.      penugasan.                         Metode penugasan suatu cara penyajian dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk melaksanakan tugas berdasarkan petunjuk langsung yang dispersiapkan guru sehingga dapat mengalami secara nyata baik perkelompok atau perorangan. h.     eksprimen.                         Metode eksperimen suatu cara penyajian materi dengan pemberian kesempatan kepada siswa secara perorangan atau kelompok untuk melakukan percobaan mandiri, siswa merencanakan, menemukan fakta, mengumpulkan data, meneliti variable dan memecahkan masalah. i.        metode proyek.                         Metode proyek suatu cara penyajian dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menghubungkan dan mengembangkan sebanyak mungkin pengetahuannya dalam membahas suatu topic. j.         widyawisata.             Metode widyawisata suatu cara penguasaan bahan pelajaran dengan membawa langsung  siswa kepada obyek yang akan dipelajari diluar kelas. k.      bermain peran. Metode bermain peran suatu cara penguasaan bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa dalam memerankan dirinya sebagai tokoh atau benda mati.   l.        sosiodrama.                   Metode sosiodrama suatu cara mengajar dengan pemberian kesempatan kepada siswa agar bias melakukan kegiatan dalam kehidupan social. m.    pemecahan masalah.       Pemecahan masalah suatu cara mengajar dengan pemberian kesempatan kepada siswa untuk dapat menyelesaikan masalah tertentu. n.     metode latihan.             Metode latihan suatu cara mengajar dengan me;latihkan sesuatu dalam rangka pengembangan suatu keterampilan. o.      metode bercerita.                         Metode bercerita suatu penuturan dengan lisan kepada orang lain mengenai suatu topic atau peristiwa. Oleh guru sendiri atau siswa yang ditugaskan oleh guru. p.      Metode pameran.             Metode pameran suatu cara mengajar dengan membawa siswa untuk mengamati suatu pameran kelas, sekolah atau gugus sekolah. q.      metode e-learning.                         Metode belajar melalui internet sebagai medianya.   6.      Proses Belajar Mengajar.   Proses belajar mengajar adalah rangkaian kegiatan untuk mencapai tujuan pengajaran yang ditetapkan. Dalam kegiatan belajar mengajar ada beberapa hal yang perlu diperhatian supaya kegiatan itu berjalan dengan maksimal.   antara lain ialah: a.      Prinsip proses belajar mengajar. Ada beberapa pinsip dasar dalam  proses belajar mengajar yaitu: 1). Prinsip motivasi. Dalam proses belajar mengajar guru hendaknya memperhatikan motif yang dapat mendorong siswa untuk belajar. Guru berperan sebagai motifator.   2). Prinsip latar. Guru harus mempertimbangkan tentang pengetahuan, perasaan, keterampilan, sikap dan nilai, serta pengalaman yang telah dimiliki siswa supaya kegiatan belajar megajar berjalan lebih efektif dan efesien.   3) Prinsip pemusatan perhatian. Pelajaran direncanakan menurut suatu pola tertentu sehingga dapat menarik minat siswa, sehingga  pikiran terpusat dengan topic yang kita bicarakan atau kita pelari.   4). Prinsip keterpaduan. Guru hendaknya mengaitkan suatu bahan pelajaran dengan bahan pelajaran lainnya, baik dalam dalam satu mata pelajaran maupun mata pelajaran lainnya ada kaitannya.   5). Prinsip pemecahan masalah.       Mengajar seharusnya diberikan pelajaran yang bermasalah sehingga murid peka terhadap masalah, akhirnya terbiasa memecahkan masalah yang dihadapi.   6). Prinsip menemukan sendiri. Kegiatan belajar megajar hendaknya memberikan kesempatan kepada murid untuk untuk mengembangkan potensi mencari, menemukan fakta dan informasi secara mandiri.               7). Prinsip belajar sambil bekerja.             Bekerja menimbulkan pegalaman yang bergua. Pengalaman yang diperoleh melalui bekerja merupakan hasil belajar yang tidak mudah dilupakan, maka sebaiknya diadakan belajar sambil bekerja.               8). Prinsip belajar sambermain.             Sesuai dengan kehidupan jiwa anak bahwa mereka sangat senang dengan permainan. Dalam belajar perlu diciptakan suasana gembira dan menyenangkan dalam bentuk kegiatan bermain kreatif.               9). Prinsip hubungan social.             Dalam berlajar siswa dilatih untuk bekerjasama, karena kepribadian murid banyak dipengaruhi oleh lingkungan social   b.      Pengelolaan Proses Belara Mengajar.                     Proses belajar mengajar merupakan dapur untuk memasak semua komponen dalam mencapai hasil yang diinginkan.                   1). Pengorganisasian kelas.                   Untuk menciptakan suasana yang menggairahkan serta memingkinkan terjadinya komunikasi yang baik, diaturlah sebagai berikut: a). Pengaturan ruang belajar dan perabot, Pengaturan ini ditata sedemikian rupa dengan mempertimbangkan bentuk ruang kelas, bentuk serta ukuran bangku, jumlah murid pada tingkat kelas yang bersangkutan, jumlah kelompok dalam kelas tersebut, jumlah murid dalam tiap kelompok.   b). Pengaturan murid dalam belajar, Dalam pengaturan murid ini yang perlu diperhatikan: Apakah kegiatan secara individual, berpasangan atau klasikal, apakah secara berkelompok, siapakah yang menentukan kelompok itu, berapa jumlah dalam tiap kelompok, apakah berubah atau tetap.                     2). Metode belajar mengajar.             Metode ini dibicarakan tersendiri pada bagian lain             3). Sarana dan sumber belajar.                   Sarana dan sumber belajar mengajar sangat menentukan dalam proses belajar. a) sarana belajar, dalam memilih sarana dapat digunakan patokan sebagai berikut : menarik perhatian dan minat siswa, membawa siswa kearah yang nyata dan mengurangi verbalisme, merangsang tumbuhnya pengertian dan usaha mengembangkan nilai-nilai, serbaguna dan berfungsi ganda, sederhana dan mudah dirawat serta digunakan, dapat dibuat oleg guru atau murid dalam lingkungan alam sekitarnya.     b). Sumber belajar, Sumber belajar meliputi antara lain: buku paket, buku pelengkap,brosur, majallah, surat kabar, poster, lembar informasi lepas, naskah, dokumen, kiliping, rekaman, televise, radio, internet dan lingkungan.   7.      Teknik Evaluasi. Evaluasi merupakan suatu komponen pengajaran tak dapat diabaikan, tanpa evaluasi kita sulit untuk mengetahui sejauhmana keberhasilan suatu pendidikan dan pengajaran. Pada zaman modern ini evaluasi bukan saja di terapkan di pendidikan dan pengajaran melainkan juga digunakan kantor-kantor, badan-badan usaha untuk mengukur sejauhmana kegiatan dan usaha telah mencapai tujuan yang telah ditatapkan sebelmnya.   a.      Pengertian evaluasi. Menurut kamus bahasa Inggeris S Wojowasito dkk evaluasi berasal dari “ to evaluate = memberi nilai. Dalam pendidikan eavaluasi berarti memberi penilaian  untuk mengukur kemampuan yang diperoleh dari kegiatan belajar mengajar atau sejauhmana kemampuan seseorang yang telah dimiliki sehingga dapat menempatkan dalam keadaan yang tepat dan sebagainya sesuai dengan tujuan diadakannya evaluasi tersebut. b.      Tujuan Evaluasi. Tujuan evaluasi dalam pendidikan dapat diholongkan kedalam empat kategori yaitu: 1). Memberikan umpan balik ( feed back) kepada guru sebagai dasar untuk memperbaiki program satuan pelajaran atau proses belajar mengajar. 2). Menentukan hasil kemajuan belajar siswa, antara lain berguana untuk bahan laporan kepada orang tua, penentuan kenaikan kelas dan menentukan lulus tidak  seorang siswa. 3). Menempatkan siswa dalam situasi belajar mengajar yang tepat. Misalnya dalam penentuan tingkat, kelas atau jurusan. 4).Untuk mengenal latar belakang psikologis, fisik dan lingkungan siswa, terutama yang mengalami kesulitan belajar.   c.      Jenis dan fungsi evaluasi. Sesuai dengan tujuan tersebut diatas maka jenis dan fungsi evaluasi dapat di golongkan sebagai berikut: 1). Penilaian formatif. Penilaian formatif, berfungsi untuk memperbaiki proses belajar mengajar atau memperbaiki program satuan pelajaran. 2). Penilaian sumatif. Penilaian sumatif, yakni penilaian yang dilakukan setiap akhir semester atau catur wulan setelah menyelesaikan sekian pokok bahasan. Berfungsi untuk menentukan angka kemajuan belajar tahap tertentu. 3). Penilaian penepatan atau placement. Penilaian penempatan ini berfungsi untuk menempatkan siswa dalam situasi belajar mengajar yang sesuai. 4). Penilaian diagnostic. Penilaian diagnostic ini berfungsi untuk mengetahui permasalahan yang dialami  siswa, sehingga dengan data ini dijadikan acuan untuk membantu siswa tersebut dalam mengatasi kesulitan belajarnya.   d.      Penggunaan data evaluasi. Data yang diperoleh dari hasil evaluasi tersebut dapat digunakan untuk pelbagai keperluan  antara lain:       1). Keperluan Administrasi. Data evaluasi digunakan untuk melengkapi laporan-laporan baik untuk orang tua murid maupun  untuk instansi- instansi vertikal yang memerlukan yang dilakukan secara priodik tentang kemajuan murid atau kemajuan sekolah itu. 2). Keperluan pengajaran. Data evaluasi juga dapat digunakan untuk memilih metode yang baik dalam situasi belajar yang sesuai, untuk mengelompokkan murid dalam kelas, untuk mengindentifikasi murid yang pandai , sedang dan yang lambat belajar. 3)   Keperluan Bimbingan dan Penyuluhan. Data evaluasi dapat digunakan untuk bahan acuan dalam memberikan bimbngan dan penyuluhan kepada siswa yang mempunyai permasalahan, sehingga kesulitan-kesulitan itu dapat diatasi dengan maksimal. 4). Data Penyelidikan. Data evaluasi dapat digunakan untuk keperluan penyelidikan untuk meninjau efektifitas metode mengajar, kurikulum, system pengajaran dan lain sebagainya. Hal ini biasa dilaksanakan oleh lembaga pemerintah, atau biro/badan, seperti Lembaga Penelitian Pendidikan IKIP dan sebagainya. e.      Cara dan Tehnik Penilaian. 1). Cara Penilaian. Penilaian yang dapat ditempuh melalui dua cara pendekatan:   a). cara kwantitif, Suatu penilaian yang diberikan dalam bentuk angka. b). cara kwalitatif, suatu penilaian dalam bentuk pernyataan verbal, misalnya, baik, cukup, kurang memuaskan dan sebagainya.   2). Teknik Penilaian. Teknik yang sering digunakan dalam evaluasi ada dua kategori yaitu: a) Teknik menggunakan tes , suatu cara yang diberikan kepada seseorang yang akan dinilai supaya memberikan respon, dari  respon itu guru dapat memberikan penilaian. Teknik tes ini terdiri dari: tes uraian, tes objektif, tes lisan, tes perbuatan, laporan, karangan dan tes diagostik. b). Teknik tidak menggunakan tes atau non tes , teknik ini terdiri dari : observasi, skala sikap, wawancara dan sosiometrik.   f. Tahapan Evaluasi Hasil Belajar. Tahapan evaluasi hasil belajar disekolah meliputi langkah sebagai berikut : 1). Tahap perencanaan evaluasi. Evaluasi yang baik adalah evaluasi yang langkah direncanakan secara baik pula, hal yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan tes hasil antara lain: obyek yang akan dievaluasi, bentuk apa yang sesuai dengan materi tersebut, berapa lama waktu yang diperlukan. 2). Pelaksanaan evaluasi. Tahapan pelaksanaan evaluasi ini harus dilakukan secara baik, situasi dapat diciptakan sehingga hasilnya valid, merupakan perolehan terlepas dari unsur yang merusak nilai itu.   3). Analisis evaluasi. Tahapan analisis ini, suatu tahap menganalisa hasil evaluasi untuk berbagai keperluan baik untuk umpan balik ataupun untuk mengetahui kemajuan belajar siswa. 4). Pelaporan hasil evaluasi. Setelah  melalui tahapan sebelumnya maka diadakan prlaporan baik kepada instansi atasan ataupun kepada orang tua murid.   g.. Obyek evaluasi.   Menurut Tyler, obyek evaluasi itu terdiri dari beragam aspek kepribadian yaitu: 1).Aspek befikir, termasuk diantaranya : inteligensi, ingatan, cara menginterpretasi data, pemikiran logis dan sebagainya. 2).Aspek perasaan social, termasuk diantaranya: cara bergaul, cara pemecahan nilai social dan sebagainya. 3).Aspek keyakinan social dan kewarganegaraan menyangkut pandangan hidup terhadap masalah social, politik dan ekonomi. 4). Apresiasi seni dan budaya. 5). Minat, bakat dan hobbi. 6). Perkembangan social dan personal.   B.   Kajian  sholat lima waktu. Sholat adalah tiangnya agama Islam, sholat merupakan amal yang pertama kali dipertanggungjawabkan nanti di hari kiamat, bila sholatnya baik maka amal yang lain jadi baik, jika sholatnya rusak maka amal yang yang lain jadi tercemar. Sholat dicanangkan oleh Allah SWT untuk membentuk kepribadian seorang muslim yang tangguh, dalam sholat Allah mengajarkan hidup disiplin, hidup sabar,bermasyarakat, mengajarkan hidup sehat, hidup bersih lahir dan batin, menahan diri dan pengendalian diri, berkomunikasi dengan Khaliknya, Inilah yang mendorong peneliti untuk mengkaji kebiasaan sholat lima waktu yang sudah jauh dari yang dicontohkan Rasulullah, beberapa kali survey kecil, setiap kelas yang kami survey tidak lebih 15 % yang sudah melaksanakan sholat lima waktu secara rutin lima kali sehari semalam, survey secara kwantitas belum lagi sebagai kwalitas tentu lebih banyak lagi. 1.      Peningkatan kebiasaan sholat lima waktu. Yang dimaksud kebiasaan disini ,adalah nilai yang sudah menjadi   sikap pribadi seseorang, yang dapat dikerjakan tanpa berpikir, kebiasaan seperti ini yang disebut dengan akhlak. Dengan harapan semoga sholat itu akhirnya menjadi akhlak bagi siswa yang mengamalkannya. 2.      Motivasi multi aspek. Yang kami maksudkan motivasi multi aspek. Terdiri dari kata motivasi, multi  dan aspek. Yang dimaksud mativasi adalah unsur yang mendorong seseorang untuk menggerakkan mengerjakan sesuatu, multi aspek artinya beragam bentuk. Multi yang saya maksud disini antara lain: motivasi melalui kajian sholat, melalui kajian diri siswa ,melalui kajian nikmat, meleui video penciptaan alam semesta.    3.      Metode yang digunakan.

Metode yang digunakan adalah memberian motivasi melalui memperdalam kajian sholat, melalui kajian nikmat umumnya, melalui kajian diri pribadi siswa, melalui  video penciptaan Alam semesta. Sehingga semua potensi rohani dan jasmaninya bisa berfungsi dengan lebih baik. Sehingga terdorong untuk mensyukuri nikmatNya salah satunya adalah melakukan shalat lima waktu.

                                BAB.III. PROSEDUR PENELITIAN   A. Mengadakan survey awal. Survey awal yang dimaksud ialah menanyakan secara lisan tentang kebiasaan sholat siswa kelas X, kelas XI dan kelas XII. Saya mendapat data hanya +   15 % dari kelas itu yang sholat sudah rotin lima kali sehari dan semalam. Oleh sebab itu saya terdorong untuk mengetahui apakah yang menyebabkan  hal itu terjadi bagaimana jalan keluarnya.     B. Membuat tahapan penelitian dan evaluasi. 1. Pada siklus pertama memotivasi siswa dengan kajian makna sholat supaya siswa lebih paham makna sholat secara keseluruhan. Sehingga dia dapat menyayangi sholat dan membiasakannya. Setelah itu memberikan format isian keadaan sholatnya selama tujuh hari, setelah tujuh hari format yang diisi siswa dan ditandatangai oleh orang tua diambil kembali untuk dianalisa dan dievaluasi untuk menyetahui hasilnya. 2. Pada siklus pertama   diambil sebagai acuan siklus kedua siapa berubah menjadi lebih baik atau sebaliknya menjadi malas, maka pada siklus kedua ini sudah diadakan pendekatan yang intensif kepada siswa yang berubah menjadi malas, disamping itu memotivasi dengan kajian nikmat yang diberikan Allah baik bersifat pribadi ataupun bersifat umum. Setelah itu siswa diberi format isian untuk diisi sesuai sholat yang mereka laksanakan dalam tujuh hari berikutnya. setelah format itu diisi siswa dan ditandatangai oleh orang tua diambil kembali untuk dianalisa dan dievaluasi untuk menyetahui hasilnya. 3. Dari evaluasi siklus kedua hasilnya ada peningkatan namun masih ada siswa yang cendrung turun maka pada siklus ketiga saya analisa beberapa pribadi yang cendrung cuek serta diadakan pendekatan dengan memanggil serta mengoreksi informasi dan melalui informasi diadakan motivasi yang sesuai dengan siswa yang bermasalah tersebut. setelah format itu diisi siswa dan ditandatangai oleh orang tua diambil kembali untuk dianalisa dan dievaluasi untuk menyetahui hasilnya. mengengvaluasi kegiatan       BAB.IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Rekapitulasi. Siklus I

REKAPITULASI SHOLAT LIMA WAKTU SISWA

  Diteliti dari tanggal 23 s/d  tanggal 29 bulan September 2007   Siklus I
No Nama Siswa Zhuhur Ashar Magrib Isya Shubuh Keterangan
1 Andriyansyah 7 7 7 7 7       100.00
2 Ariyana 6 6 7 7 7         94.29
3 Dede Nursapni 7 6 6 5 4         80.00
4 Dita ulandari 4 4 6 7 7         80.00
5 Etik Damayanti 7 7 7 7 7       100.00
6 Faazin H Af 7 7 7 7 7       100.00
7 Feni Hernita 7 5 6 6 7         88.57
8 Fenny Greace A 4 6 7 6 4         77.14
9 Iis Febriyani Utami 6 7 7 6 3         82.86
10 Insi Aulia Kh 4 4 6 4 4         62.86
11 Irma Nuarti 7 4 7 5 7         85.71
12 Kurnia Eka Abdillah 6 7 7 7 7         97.14
13 Lila Fitriani 5 4 4 7 7         77.14
14 Luthfiah Ilma 4 5 7 7 7         85.71
15 Melisa Puspitasari 6 7 7 7 4         88.57
16 Mia Satriana 3 1 5 6 7         62.86
17 Nurfitri Apriliandina 4 3 7 4 1         54.29
18 Nury Indriyani 7 2 7 4 5         71.43
19 Resti Fauziyah 5 5 5 5 3         65.71
20 Rika Umami 3 5 7 7 5         77.14
21 Rizka Yuliana 6 5 7 7 7         91.43
22 Septiyani 6 3 7 1 7         68.57
23 Shinta Ramadhani 7 7 7 7 7       100.00
24 Sri Damayanti 7 7 7 7 7       100.00
25 Sri Mistari 7 7 7 7 7       100.00
26 Sri Suyati 7 7 7 7 7       100.00
27 Susanti Oktaviani 4 6 6 6 5         77.14
  Persentase 80.95 76.19      93.65 86.24 83.07         84.02
  Diketehaui Oleh       Jakarta   1 Oktober  2007
  Kepala SMKN 3 Jakarta     Peneliti    
               
               
  Drs. Dedi Dwitagama MM. Msi     Drs. Bustamam Ismail

      B. Rekapitulasi Siklus II

REKAPITULASI SHOLAT LIMA WAKTU SISWA

  Diteliti dari tanggal 23 s/d  tanggal 29 bulan Oktober 2007   Siklus II
No Nama Siswa Zhuhur Ashar Magrib Isya Shubuh Persentase
1 Andriyansyah 7 7 7 7 7       100.00
2 Ariyana 4 7 7 7 7         91.43
3 Dede Nursapni 5 5 7 6 5         80.00
4 Dita Suci Wulandari 3 5 6 7 6         77.14
5 Etik  Handayani 7 7 7 7 7       100.00
6 Faazin H Af 7 7 7 7 7       100.00
7 Feni Hernita 6 6 5 4 2         65.71
8 Fenny Greace A 4 7 6 7 5         82.86
9 Iis Febriyani Utami 5 7 7 5 0         68.57
10 Insi Aulia Kh 7 7 7 7 7       100.00
11 Irma Nuarti 4 5 6 0 6         60.00
12 Kurnia Eka Abdillah 7 7 7 7 7       100.00
13 Lila Fitriani 6 7 7 7 5         91.43
14 Luthfiah Ilma 3 4 5 4 6         62.86
15 Melisa Puspitasari 4 7 7 7 6         88.57
16 Mia Satriana 7 7 7 7 7       100.00
17 Nurfitri Apriliandina 5 6 7 5 5         80.00
18 Nury Indriyani 4 2 7 3 5         60.00
19 Resti Fauziyah 7 7 7 7 7       100.00
20 Rika Umami 4 5 7 7 3         74.29
21 Rizka Yuliana 3 5 6 5 4         65.71
22 Septiyani 6 6 7 6 6         88.57
23 Shinta Ramadhani 7 7 7 7 7       100.00
24 Sri Damayanti 7 7 7 7 7       100.00
25 Sri Mistari 7 7 7 7 7       100.00
26 Sri Suyati 6 6 7 7 5         88.57
27 Susanti Oktaviani 5 7 7 7 6         91.43
Persentase 77.78     88.36     95.77     86.77     80.42         85.82
  Diketehaui Oleh       Jakarta 30   Oktober  2007
  Kepala SMKN 3 Jakarta     Peneliti    
               
               
  Drs. Dedi Dwitagama MM. Msi     Drs. Bustamam Ismail

  C. Rekapitulasi  Siklus III

REKAPITULASI SHOLAT LIMA WAKTU SISWA

  Diteliti dari tanggal 2 s/d  tanggal 8 bulan November  2007   Siklus III
No Nama Siswa Zhuhur Ashar Magrib Isya Shubuh Persentase
1 Andriyansyah 7 7 7 7 7       100.00
2 Ariyana 5 3 7 5 5         71.43
3 Dede Nursapni 6 6 7 7 5         88.57
4 Dita ulandari 5 5 6 7 6         82.86
5 Etik Damayanti 7 7 7 7 7       100.00
6 Faazin H Af 7 7 7 7 7       100.00
7 Feni Hernita 4 7 4 0 4         54.29
8 Fenny Greace A 6 6 7 6 6         88.57
9 Iis Febriyani Utami 7 7 7 7 6         97.14
10 Insi Aulia Kh 6 6 7 7 5         88.57
11 Irma Nuarti 7 6 7 5 7         91.43
12 Kurnia Eka Abdillah 7 7 7 7 7       100.00
13 Lila Fitriani 6 6 7 7 7         94.29
14 Luthfiah Ilma 5 5 7 7 6         85.71
15 Melisa Puspitasari 7 7 7 7 7       100.00
16 Mia Satriana 4 4 4 4 4         57.14
17 Nurfitri Apriliandina 7 7 7 7 7        100.00
18 Nury Indriyani 6 0 7 1 7         60.00
19 Resti Fauziyah 6 7 7 7 6         94.29
20 Rika Umami 4 6 7 6 2         71.43
21 Rizka Yuliana 6 7 7 5 5         85.71
22 Septiyani 6 6 7 4 7         85.71
23 Shinta Ramadhani 7 7 7 7 7        100.00
24 Sri Damayanti 7 7 7 7 7       100.00
25 Sri Mistari 7 7 7 7 7       100.00
26 Sri Suyati 5 6 7 5 6         82.86
27 Susanti Oktaviani 5 6 7 6 6         85.71
  Persentease     85.71     85.71     96.30     84.13     86.24          87.62
  Diketehaui Oleh       Jakarta 10 Nopember  2007
  Kepala SMKN 3 Jakarta     Peneliti    
               
               
  Drs. Dedi Dwitagama MM. Msi     Drs. Bustamam Ismail

  D.   Analisis data yang diperoleh dari tiga siklus. Pada langkah pertama kami memberikan motivasi kepada siswa kelas II Ak 1 untuk mendalami arti sholat dan kandunganya, bagaiman manfaatnya bila kita merotinkan sholat, sekaligus merupakan tanda syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat yang berlimpah kepada kita. pemberian motivasi melalui memperdalam kajian sholat,.   Dan diberikan  pendataan yang diisi oleh siswa selama satu minggu sesuai dengan sholat yang mereka kerjakan , 1.      Siklus pertama. Siklus pertama   kami laksanakan dari tanggal 23 sampai 29 september 2007. Dari data itu diperoleh data sholat Zuhur yang dilaksanakan =80,95%, sholat ashar =76,19%, Sholat Magrib=93,65 , sholat Isya=86,24 , sholat shubuh=83,07       Kumulatif=84,02.

 

2.      Siklus kedua. Siklus kedua kami laksanakan berdasarkan hasil yang belum maksimal dari siklus I maka diadakan pendekatan bagi siswa yang masih jauh dari yang diharapkan tentang kebiasaan sholatnya. Kami dorongan siswa untuk lebih mengenal sholat, pemberian motivasi melalui kajian nikmat umumnya, melalui kajian diri pribadi siswa,   mendorong yang masih sangat jarang sholat untuk lebih memahami dan manfaat syukur kepada Allah melalui sholat, Pelaksanakan tanggal 23 Oktober 2007 sampai 29 Oktober 2007, dengan membagikan formulir isian, saya memperoleh data sebagai berikut yang melaksanakan sholat zuhur=77,78 , sholat ashar=88,36 , sholat Magrib=95,77 , sholat Isya  =86,77 , sholat shubuh =80,42  , kumulatif=85,42 . 3.      Siklus ketiga. Siklus ketiga kami laksanakan dari tanggal 2 sampai tanggal 8 Oktober 2007. Siklus ini berdasar data siklus kedua yang belum memuaskan, sehingga mengadakan pendekatan kepada siswa yang masih malas untuk sholat, supaya rajin sholat , dan memotivasi melalui  video penciptaan Alam semesta. Pada siklus ini siswa di dorong untuk menggunakan semua potensi mereka yang diamanahkan Allah kepada mereka, kami memperoleh data sebagai berikut: Yang melaksanakan sholat Zuhur=85,71 ,  sholat ashar=85,71 , sholat Magrib=96,30, sholat Isya=84,13  , sholat shubuh=86,24 , kumulatif=87,62. 4.      Analisa Kemajuan kemajuan   pada siswa.   Dari Tabel I ,II dan III dapat kita baca pelaksanaan sholat Zuhur berbanding sebagai berikut Siklus I 80.95 %, siklus II turun 77.78 % dan siklus III meningkat menjadi 85.71%. cendrong naik. Pelaksanaan Sholat Ashar berbanding sebagai berikut Siklus 76.19%, Siklus II naik menjadi 88.36% dan siklus III turun sedikit menjadi 85.71%. cendrong naik. Pelaksanaan sholat Magrib berbanding sebagai berikut siklus I 93.65%, Siklus II naik menjadi 95.77% dan siklus III naik menjadi 96.3% cendrong naik. Pelaksanaan sholat isya berbanding sebagai berikut siklus I 86.24% , Siklus II  naik menjadi 86.77 dan siklus III turun 84.13% cendrong turun. Pelaksanaan sholat Shubuh berbanding sebagai berikut siklus I  83.07%, Siklus II turun 80.42% dan siklus III naik menjadi 86.24% cendrong naik. Dari lima sholat hanya satu yang cendrong turun yaitu sholat Isya sedangkan empat sholat  yang lain cendrong. Lebih lanjut dapat dilihat dari grafik dibawah ini. 5.      Apabila dilihat presentase keseluruhan. Secara keseluruhan dapat lihat dari tabel  pada siklus pertama 84.02 %, pada siklus II naik menjadi 85.82 dan pada siklus III naik menjadi 87.82. dari data ini dapat lihat ada kecendrongan makin naik. Lebih lanjut dapat dilihat dari grafik.

                                                           

  6.      Bila dikelompokkan antara A. antara 89.99%- 100%, B. antara 69.99-89.99, C. antara 50.00 – 69.99  dan D <.50.00.   A bobotnya 4 , B bobotnya 3, C bobotnya 2 dan     D bobotnya 1.  a.      Pada siklus I  A terdapat  = 10 orang, B terdapat =12 orang , C terdapat  = 5 orang, b.      Siklus II  A terdapat  13 orang, B terdapat 8 orang , C terdapat 6 orang. c.      Siklus III A terdapat  13 orang, B terdapat  11 orang C terdapat 3 orang.

 

Sik  I Sik II Sik III
A-4 10 40 13 52 13 52
B-3 12 36 8 24 11 33
C-2 5 10 6 12 3 6
KUM   86   88   91

  Dari keadaan itu ada kecendrongan makin baik dan makin sempurna sholatnya. Lebih lanjut lihat grafik.

 

8.      Secara keseluruhan dapat dilihat lebih kemajuannya                             DAFTAR PUSTAKA

  1. Al-Qur’an dan terjemahannya oleh Departemen Agama RI
  2. Buku Paket Agama Islam SMK
  3. Beberapa Aspek Dasar-dasar Kependidikan oleh Drs. B. Suryosubroto
  4. Etika Keguruan  oleh  Drs. R. Hermawan S
  5. Fikih Kifayatul Akhyar
  6. Filsafat Pendidikan oleh Imam Barnadib, M.A. Ph.D
  7. Ilmu Perbandingan Pendidikan oleh Arifin Prof. H.M.M.Ed
  8. Metodik Pendidikan Agama oleh Mahmud Yunus Prof. H
  9. Metodik Pendidikan Agama oleh Ahmad Tafsir , DR
  10. Mukhtarul Hadist Nabawiyah
  11. Manajemen Da’wah Islam oleh Abdur Rasyad Shaleh
  12. Motivate your self! Oleh Ridwan Muhammad Yusuf
  13. Pengantar Psikologi  Dirgagunarsa
  14. Pengantar Interaksi mengantar belajar oleh Prof. Dr. Winarno Surakhmat
  15. Prinsip-prinsip dan teknik Evaluasi Pengajaran oleh Drs.M. Ngalim Purwanto
  16. Psikologi Umum oleh  Agus Sujanto Drs
  17. Pengantar Ilmu Jiwa Agama Jalaludin drs, Cs
  18. Pengantar Didaktik Metodik oleh Abu Ahmadi, Drs
  19. Rangkuman Ilmu Mendidik oleh Djaka Cs
  20. Teknologi Instruksional 0leh Drs. Mudhoffar, M.Sc

          LAMPIRAN -LAMPIRAN           : 1.  Surat Tugas dari Ketua Proyek Kepada  Peserta Peneliti 2.  Buku Konsultasi dari Pembimbing kepada peserta Peneliti 3.  Undangan penanda tanganan kontrak 4.  Data Pribadi Anggota Peneliti 5.  Surat pernyataan siswa yang diteliti 6.  Format instrument  penelitian

 

Wed, 13 Oct 2010 @10:57

Copyright © 2014 HM YUNUS · All Rights Reserved