RSS Feed
Tes Calon Web Anda Tanpa www, lalu klik CEK

Cek Nama Domain ?

DAFTAR WEBSITE SEMENTARA

Sudah Solatkah Anda?
JADWAL SOLAT



widgeo.net

Visitor

Selamat Datang!
image

Drs. HM. YUNUS, M.Pd.I

No.HP: 08161397930, WA:081314609933


d/a: KANTOR DINAS PENDIDIKAN LT.2 KOTA BEKASI JAWA-BARAT
image

Pengawas Pembina Kota Bekasi

ASOSIASI PENGAWAS SEKOLAH INDONESIA

Al-Quran 30 Juz On-Line
HIJRAH BERSAMA UYM

MY FACEBOOK
KUMPULAN DOA-DOA
GAMBAR ANIMASI

MY YAHOO

MY SLIDESHARE

PAKIS KOTA BEKASI

TUTORIAL WEB MATIC

10 sarana melanggengkan amal shalih setelah ramadhan

Ramadhan telah berlalu.Masih segar diingatan kita semua segala ibadah yang kita lakukan di dalamnya terasa begitu khusyu’ dan bermakna.Ibadah-ibadah sunnah yang sangat susah kita laksanakan begitu mudahnya untuk kita laksanakan.Dan masih banyak lagi kenangan-kenangan yang indah bersama tamu yang mulia ini.

Maka diantara bentuk tanda bahwa kita beribadah di bulan tersebut bukanlah karena ikut-ikutan saja dengan orang lain yang memang pada bulan ini sepertinya berubah giat dalam beribadah dibanding bulan-bulan selainnya (baca:  ibadahnya hanya musiman saja),adalah dengan mempertahankan ibadah-ibadah yang telah rutin kita lakukan pada bulan yang mulia ini.

Tentu saja banyak hal-hal yang menghalangi kita untuk kembali istiqamah dalam menjalankan ibadah-ibadah tersebut. Oleh karenanya di perlukan sarana-sarana yang bisa membantu kita untuk melanggengkan ibadah ini. Berikut 10 sarana yang dapat membantu kita untuk istiqamah melakukan amal shalih setelah Ramadhan berlalu:

1. Berdo’a dan memohon pertolongan kepada Allah agar di berikan hidayah dan keistiqamahan. Di dalam al-qur’an Allah memuji orang-orang yang berilmu ketika berdo’a:

{ رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ }

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau memberi petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)”.QS. Ali Imran (3) : 8

2. Memperbanyak bermajelis dengan orang-orang shalih dan majelis-majelis dzikir seperti, ceramah-ceramah yang didalamnya dikaji permasalahan-permasalahan agama.

3. Mempelajari perjalanan hidup para ulama melalu buku-buku yang membahas hal tersebut atau dengan mendengarkan kaset-kaset dan cd-cd terutama perjalanan hidup para Sahabat -radhiyallah anhum ‘ajma’in- karena dengan hal tersebut bisa membangkitkan semangat-semangat kita untuk meneladani mereka.

4. Banyak mendengarkan kaset-kaset ceramah yang berisi nasehat dan wejangan yang bisa membekas dalam hati-hati kita.

5. Bersemangat dalam mengerjakan ibadah-ibadah wajib seperti,shalat lima waktu dan mengganti puasa ramadhan.Karena dalam ibadah-ibadah wajib tersebut terdapat kebaikan yang besar dan banyak.

6. Besemangat dalam melaksanakan ibadah-ibadah sunnah meskipun hanyak sedikit, karena sesungguhnya amalan sunnah yang senantiasa kita kerjakan meskipun sedikit itu lebih disukai Allah ta’ala ketimbang amalan yang banyak tapi tidak selalu dikerjakan sebagaimana yang telah di sabdakan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam.

7. Mulai menghapal Al-Qur’an dan senantiasa membacanya dan membaca apa yang telah dihapal di shalat-shalat wajib maupun sunnah.

8. Memperbanyak istighfar dan dzikir kepada Allah karena sesungguhnya ia adalah amalan yang ringan tetapi manfaatnya sangat besar yang mana dzikir bisa menambah keimanan dan memperkuat hati.

9. Menjauhi sejauh-sejauhnya segala perusak-perusak hati seperti, teman-teman yang buruk, peralatan-peralatan elektronik yang merusak seperti televisi dan lain-lain.

10. Dan yang teakhir adalah dengan bersegara bertaubat kepada Allah ta’aladengan taubat yang sebenar-benarnya (taubah an-nasuha) karena sesungguhnya Allah sangat bergembira dengan taubat hamba-Nya.

Janganlah kita menjadi orang-orang yang hanya mengenal Allah di bulan Ramadhan saja.Telah berkata sebagian ulama salaf dahulu,”Sungguh buruk suatu kaum yang hanya mengenal Allah di bulan Ramadhan saja”.Sebagian lagi mengatakan,” Jadilah seorang yang “Rabbaniy” (penyembah Allah) dan janganlah menjadi hamba ramadhan (ramadhaniy)”.

Mudah-mudahan tulisan singkat ini bermanfaat bagi saya pribadi dan para pembaca sekalian.

Sumber:

Diadaptasi dari tulisan Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-jibrin -rahimahullah yang berjudul “10 wasa’il alal amalis shalih ba’da ramadhan”

HAL-HAL YG MENGHILANGKAN PAHALA PUASA

Mon, 19 Aug 2013 @23:20

Copyright © 2017 HM YUNUS · All Rights Reserved