RSS Feed
Tes Calon Web Anda Tanpa www, lalu klik CEK

Cek Nama Domain ?

DAFTAR WEBSITE SEMENTARA

Sudah Solatkah Anda?
JADWAL SOLAT



widgeo.net

Visitor

Selamat Datang!
image

Drs. HM. YUNUS, M.Pd.I

No.HP: 08161397930, WA:081314609933


d/a: KANTOR DINAS PENDIDIKAN LT.2 KOTA BEKASI JAWA-BARAT
image

Pengawas Pembina Kota Bekasi

ASOSIASI PENGAWAS SEKOLAH INDONESIA

Al-Quran 30 Juz On-Line
HIJRAH BERSAMA UYM

MY FACEBOOK
KUMPULAN DOA-DOA
GAMBAR ANIMASI

MY YAHOO

MY SLIDESHARE

PAKIS KOTA BEKASI

TUTORIAL WEB MATIC

Penulisan Laporan Penelitian

Oleh:

Ati Ruliyanti

(Widyaiswara Madya Balai Diklat Keagamaan Bandung)

Abstrak

Laporan penelitian  adalah kerja akhir dari suatu proses panjang atau pendek dari suatu penelitian atau tahapan penelitian tertentu yang merupakan deskripsi sementara ataupun terakhir yang disusulah  secara sistematis, obyektif, ilmiah, dan dilaksanakan tepat pada waktunya. Penelitian menurut Kerlinger ialah proses penemuan yang mempunyai karakteristik sistematik dan terkontrol, empiris dan berdasarkan pada tiori dan hipotesis atau jawaban sementara. Penelitian adalah art and science guna mencari jawaban terhadap suatu permasalahan, karena seni dan ilmiah maka penelitian juga akan memberikan ruang-ruang yang akan mengakomodasi adanya perbedaan tentang apa yang dimaksud dengan penelitian.

Abstract

The research report is the working end of a long or short process of a particular study or research stage which is a description of the interim or finaldisusulah a systematic, objectivescientificand implemented in a timely manner.Research by Kerlinger is the process of discovery that has thecharacteristics of systematic and controlledempirical and based on hypotheses or answer tiori and temporaryResearch is the art and science in order to search for an answer to a problem, because the arts and scientific research will also provide spaces that will accommodate the difference of what is meant by research.

 

$1A.    Pendahuluan

Penelitian adalah art and science guna mencari jawaban terhadap suatu permasalahan, karena seni dan ilmiah maka penelitian juga akan memberikan ruang-ruang yang akan mengakomodasi adanya perbedaan tentang apa yang dimaksud dengan penelitian

Penelitian dapat pula diartikan sebagai pengamatan yang mempunyai tujuan untuk mencari jawaban permasalahan atau proses penemuan. Penelitian adalah merupakan proses ilmiah yang mencakup sifat formal dan instensif, karakter formal dan intensif karena terikat aturan, urutan  maupun cara penyajian agar memperoleh hasil yang bermanfaat bagi manusia, intensif dengan menerapkan ketelitian, dan ketepatan dalam melakukan proses agar memperoleh hasil yang dipertanggungjawabkan, memecahkan problem melalui hubungan sebab akibat.

Penelitian menurut Kerlinger ialah proses menemuan yang mempunyai karakteristik sistematik dan terkontrol, empiris dan berdasarkan pada tiori dan hipotesis atau jawaban sementara.

Laporan penelitian adalah kerja akhir dari suatu proses panjang atau pendek dari suatu penelitian atau tahapan penelitian tertentu yang merupakan deskripsi sementara ataupun terakhir yang disusulah  secara sistematis, obyektif, ilmiah, dan dilaksanakan tepat pada waktunya. Laporan penelitian menjadi semakin penting setelah dijadikan peninggalan tertulis dari suatu penelitian yang telah dilaksanakan.

Beberapa peneliti melupakan kepentingan dari tahapan terakhir ini, karena disengaja ataupun tidak memahami konsep dan makna dari laporan itu sendiri dengan maksud-maksud tertentu. Laporan penelitian yang baik tidak selalu disambut baik pula oleh yang berkepentingan, apalagi laporan itu dirasa merugikan pihak tertentu, karena tidak sesuai dengan kemauan peneliti tersebut. Pada peneliti tertentu, peneliti dianggap tidak berhasil, karena hanya tidak melaporkan hasil penelitian tersebut. Namun juga pada program yang lain dianggap fiktif, hanya gara-gara laporan dibuat secara tidak obyektif dan hanya tulisan imajinasi saja. Laporan penelitian semacam ini biasanya disebut sebagai manipulasi terhadap anggaran yang telah dikeluarkan untuk pembayaran penelitian tersebut.

Proses pembuatan laporan penelitian memerlukan kreatifitas dan imajinasi yang dapat memberikan ruh kepada laporan penelitian itu dan dapat menggiring pembaca ke tengah makna laporan penelitian dan seakan-akan pembaca berada dan melaksanakan sendiri penelitian yang dilaporkan itu. Laporan penelitian hendaknya ditulis dengan gaya bahasa terhormat, komunikatif dengan siapa laporan penelitian itu ditujukan. Laporan penelitian yang baik tidak pernah diukur dengan tebal tipisnya laporan tersebut, akan tetapi bagaimana laporan itu dapat mendeskripsikan sosok hasil penelitian secara utuh.

$1B.     Pengertian Laporan Penelitian

Laporan penelitian dalam bahasa Inggris report berasal dari bahasa Latin portare yang berarti membawa, menyangkut, menyampaikan. Awalan (previx)“re” berasal sarat, mundur, kembali, maknanya bahwa jika seseorang ditugaskan untuk mengadakan penelitian, dan setelah itu ia harus membawa hasil fakta, data hasil informasi penelitian tersebut secara lengkap.

Pengertian dasar laporan penelitian ialah menyajikan fakta secara objektif dan tulus. Laporan penelitian dimaksudkan untuk memberikan gambaran mengenai peristiwa yang terjadi. Isi laporan yang benar akan mendorong mutu penulisan laporan penelitian yang memiliki bentuk yang sistematis, penalaran yang jelas, dan mengikuti bahasa dengan kritis.

$1C.    Peran dan Fungsi Lapoaran Penelitian

$11.    Peran Laporan Penelitian

Laporan penelitian adalah media komunikasi antara peneliti dengan pihak-pihak yang ingin mengetahui hasil penelitian tersebut, maka laporan penelitian harus memainkan peranannya sebagai media komunikasi yang baik. Untuk mencapai ini, peneliti harus mengetahui dengan siapa dia berhadapan, kepada siapa dia harus laporkan hasil penelitian tersebut. Oleh karena itu  peneliti harus menyesuaikan bahasa yang dipakai oleh pembaca laporan tersebut.

Sebagai sesuatu yang bernilai ilmiah, maka laporan penelitian juga tidak mustahil tidak dibaca oleh pihak lain yang membutuhkan laporan penelitian tersebut untuk kepentingan penelitian yang hampir sama, pelaksanaan suatu program, membuat laporan, penulisan karangan ilmiah dan sebagainya. Menurut Carol H. Weiss, bahwa ada beberapa kemungkinan calon pemakai hasil penelitian atau hasil penilaian adalah; 1). Organisasi pemberi dana (pemerintah, swasta, dan lain-lain), 2). Lembaga nasional (pemerintah maupun swasta), 3). Lembaga lokal, 3). Direktur Proyek Khusus, 4). Staf pelaksana, 5). Pelanggan/klien suatu program, 6). Para ahli dalam suatu disiplin ilmu atau profesi.

$12.    Fungsi Laporan Penelitian

Setiap selesai mengadakan penelitian biasanya peneliti membuat laporan hasil penelitian. Fungsi penulisan laporan penelitian untuk memenuhi beberapa keperluan yang meliputi :

$1·           Di lingkungan perguruan tinggi laporan hasil penelitian itu dimanfaatkan untuk keperluan studi akademis.

$1·           Di pihak lain, penulisan laporan penelitian dimanfaatkan juga untuk keperluan perkembangan ilmu pengetahuan sebagai salah satu fungsi penelitian lainnya.

$1·           Ada pula penelitian yang dilakukan karena keperluan lembaga masyarakat, lembaga pemerintahan, atau lembaga bisnis tertentu.

$1·           Terakhir, penulisan hasil penelitian dapat pula dimanfaatkan untuk keperluan publikasi ilmiah. Hal ini ada kaitannya dengan fungsi penulisan laporan untuk pengembangan ilmu pengetahuan.

$13.    Siapa yang Akan Membaca Laporan Penelitian

Keberhasilan menulis laporan penelitian kuantitatif dan  kualitatif bergantung pada dua hal: (1) sejauh mana peneliti terbiasa menullis esai dan menulis surat secara mendetil, dan (2) apakah pelaporan penelitian itu dianggap sebagai hal rutin saha atau sebagai kesempatan untuk berkontribusi dalam bidang keilmuan (Burns: 1990).

Tabel 1

PEMBACA DAN FOKUS PERHATIAN

Kelompok Pembaca

Fokus Perhatian

Dosen pembimbing dan penguji

Pemahaman aspek teoritis, metodologi, penyajian kesimpulan dari bukti-bukti.

Kolega (mahasiswa lain yang sedang meneliti)

Hampir semua aspek penelitian.

Non-spesialis (dari disiplin ilmu lain)

Unsur-unsur yang mendeskripsikan situasi sesungguhnya.

Pemberi dana

Signifikansi hasil-hasil penelitian (hal-hal praktis)

Pengambilan keputusan, birokrat, dan politisi.

Implikasi yang lebih makro dari hasil-hasil penelitian.

Ihwal laporan penelitian kuantitatif dan kualitatif ini, Richardson mengatakan sebagai berikut:

One of the most important things for qualitative researchers to bear in mind is that they can write up the same material in different ways. The material is malleable. That is why we call it material. How we shape the material depends upon how far along we are in our research, and who we want to read it, for what reasons. The same material can be shaped into a realist article, a postmodernist one, or some admixture of the two. Writing it one way does not preclude writing it from a different frame. Because collecting qualitative data is labor intensive and much of what is collected does not fit into one article, it makes sense to write a number of different pieces, from different angles at different stages of the project. (Richardson, 1990: 49)

$1D.    Prinsip-Prinsip Pembuatan Laporan Penelitian

$11.      Manusia dalam Pembuatan Laporan

Peneliti masyarakat seperti itu mengalami kesulitan dalam mengumpulkan data dan fakta yang benar, tepat dan teliti. Oleh karena itu, pada penelitian semacam ini seorang peneliti sangat membutuhkan bantuan dari data kualitatif yang diperoleh seorang peneliti dari wawancara intensif maupun observasi partisipasi. Human Behavior di masyarakat sendiri telah mendatangkan berbagai kesulitan bagi seorang peneliti, karena sifat-sifat kemanusiannya menjadi suatu kecenderungan (trand) untuk menyembunyikan segala kejelekan diri sendiri terhadap orang lain, dan ini membutuhkan kerja keras peneliti dalam mengungkap keadaan yang sebenarnya dari apa yang menjadi kenyataan sebelumnya sebagai suatu realitas sosial, kalau tidak demikian maka akan mempengaruhi isi dari laporannya.

Aspek-aspek konkrit ini banyak mengganggu peneliti dalam upayanya membuat laporan yang baik, obyektif, rasional dan mempunyai nilai ilmiah yang memadai. Dan hanya peneliti berkredibilitas sajalah yang dapat menetralisir intervensi aspek-aspek pengganggu di atas.

$12.      Menyiapkan Laporan yang Baik

Peneliti yang baik selalu berupaya agar kejadian-kejadian yang terjadi dalam proses pelaksanaan penelitian dapat direkam dengan baik tanpa mengganggu obyek yang sedang diteliti. Untuk itu peneliti harus menyiapkan catatan-catatan lapangan; pencatatan terhadap sumber-sumber informasi; serta menyimpan catatan-catatan tersebut secara baik dan kronologis. Pada akhir kerja penelitian sementara, peneliti membuat draf laporan kasar dari kerja penelitiannya, ini berarti pada tahap penelitian tersebut peneliti telah memiliki laporan kasar. Peneliti menyelesaikan laporannya di lapangan, namun pada tugas-tugas penelitian yang dilakukan oleh tim dan memerlukan tugas editor yang berkali-kali, maka laporan lapangan itu akan diedit lagi pada tim editor terakhir.

$13.      Kelemahan Peneliti dalam Membuat Laporan

Ada beberapa kelemahan peneliti dalam membuat laporan terakhirnya. Kelemahan-kelemahan itu seperti yang dikemukakan oleh John W. Best sebagai berikut:

$1·         Rumusan masalah penelitian dikemukakan secara amat luas.

$1·         Ada kecenderungan peneliti menggunakan sumber-sumber data sekunder, mengingat waktu, biaya, dan lain-lain.

$1·         Peneliti sering terpancang pada sumber informasi yang tidak akurat dan kecenderungan untuk puas dengan data tersebut.

$1·         Peneliti menggunakan analisis yang tidak

$1·         Pengungkapan kecenderungan atau pendapat pribadi, seperti tercermin pada pernyataan di luar konteks untuk maksud persuasi, terlalu memandang enteng dan tidak kritis atau sebaliknya terhadap seseorang atau suatu gagasan, orientasi yang berlebihan terhadap masa lampau dan berasumsi bahwa semua perubahan adalah kemajuan.

$1·         Gaya penulisan laporan yang tidak bagus; tumpul dan polos, terlalu muluk dan sembrono, terlalu persuasif atau gaya ‘iklan sabun’, atau pemakaian bahasa secara salah dan sebagainya.

$14.      Syarat-Syarat Laporan Penelitian

Syarat-syarat laporan yang baik dan bermutu adalah sebagai berikut; 1).  Laporan harus lengkap dan objektif, Artinya laporan yang benar dan objektif harus ditulis secara cermat dan dapat dipertanggungjawabkan. 2).Laporan harus jelas, 3). Laporan harus jelas, artinya laporan tersebut harus mudah dimengerti. 3). Menggunakan kalimat langsung, tidak kalimat ungkapan, 4).  Laporan harus langsung mengenai sasaran, 5). Laporan harus lengkap

Persyaratan lain dari laporan penelitian adalah  sebagai berikut:

$1·         Pada setiap akhir fase pengumpulan data, segera anda menganalisis melakukan koding terhadap data, lalu melakukan kategorisasi data, dan memaknainya. Menuliskan bagaimana anda melakukan semua itu adalah melaporkan metodologi penelitian, sedangkan menuliskan pemaknaan terhadap data adalah melaporkan interpretasi dan implikasi.

$1·         Penilisan laporan dimulai sejak anda melakukan penelitian. Bagian tertentu dari tesis atau disertasi dapat dituliskan bahkan sebelum terjun ke lapangan. Misalnya laporan kajian literatur secara berangsur ditambah dan direvisi sambil jalan. Daftar bibliografi dengan demikian akan bertambah. Anda pun dapat menulis bab metodologi walaupun baru dalam rencana. Bukankah dalam proposal pun sudah ada metodologi? Laporkan rencana itu, dan sambil jalan direvisi sesuai dengan apa yang sesungguhnya anda lakukan.

$1·         Sewaktu menulis draf laporan hindarilah alinea-alinea panjang. Setiap gagasan dituangkan dalam satu paragraf. Pada tahap penulisan draf awal, anda harus berupaya untuk menyajikan laporan secara komprehensif, editing dilakukan kemudian. Sekali lagi, pada tahap ini fokus seyogyanya pada substansi bukan pada retorika. Kutipan harus sesuai dengan konteks kemunculannya dengan informasi penerbitan yang sahih: nama keluarga pengarang, tahun terbit, halaman, dsb.

Para penelliti kualitatif terdahulu telah berbagi pengalaman dalam melaporkan hasil penelitian. Khususnya dalam proses penulisan, Gesne & Peshkin (1992: 157-159) merangkum pendapat para pakar dan menyebutkan beberapa strategi terpenting.

$1E.     Jenis-jenis Laporan Penelitian

$11.         Jenis laporan penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa S1 pada akhir tahun masa studinya dan mahasiswa S2 untuk menulis tesis. Bersamaan dengan itu, mahasiswa tingkat studi S3 diwajibkan menyusun disertasi. Tesis maupun disertasi mempunyai bentuk khusus yang biasanya mengikuti aturan dan model tertentu yang ditetapkan oleh suatu perguruan tinggi.

$12.         Jenis laporan penelitian dalam bentuk  publikasi ilmiah yang dilakukan oleh peneliti pada majalah ilmiah seperti jurnal. Tesis dan disertasi mempunyai tata aturan yang ketat dan kaku dalam pola dan cara penulisannya. Pada bentuk publikasi ilmiah aturan itu cukup longgar dan penyusun laporan hasil laporan cukup luwes untuk menentukan sendiri gaya penulisannya, misalnya dengan menyesuaikan pola penulisannya dengan target audience atau pembacanya.

$13.         Jenis laporan penelitian  yang ditujukan kepada para pembuat keputusan atau kebijaksanaan. Bentuk demikian oleh penulis dinamakan bentuk eksekutif. Bentuk ini agak lain dibandingkan dengan bentuk pertama karena pembacanya sekaligus akan menjadi pemakai hasil penelitian, sedangkan waktu dan kesibukan kegiatan para pemakai hasil penelitian tersebut menyita hampir seluruh kehidupan profesionalnya. Oleh karena itu, laporan bentuk seperti itu harus disajikan secara singkat, namun tetap padat berisi, tidak boleh dipenuhi dengan jargon-jargon ilmiah yang bagi mereka bisa membosankan, diusahakan agar tetap bersifat argumentatif dan persuasif.

$14.         Jenis laporan penelitian dalam bentuk tulisan sebagai hasil penelitian yang dilemparkan kepada masyarakat awam. Yang demikian biasanya dimuat sebagai artikel dalam koran. Bentuk ini menuntut cara penyajian tersendiri karena pembacanya terdiri atas orang-orang awam sehingga penyajiannya hendaknya dilakukan secara ilmiah populer. Cara penyajian demikian menuntut agar biasanya disusun secara sederhana, mudah dipahami, singkat, namun harus diusahakan agar inti hasil penemuan tetap dapat terkomunikasikan kepada para pembacanya.

$1F.     Sistematika Laporan Penelitian

Penelitian adalah suatu kerja ilmiah, maka laporan yang dibuat harus mengikuti tata aturan penulisan karya ilmiah, misalnya, bahsa yang digunakan harus baik dan benar serta jelas dan mudah dipahami. Memperhatikan teknik penulisan, seperti cara mengutip, menulis catatan kaki, catatan akhir, atau daftar pustaka. Selain itu, format penelitian hendaklah dibuat demikian rupa sehigga pembaca dapat memahami dengan jelas apa yang dilakukan peneliti, bagaimana langkah-langkah yang ditempuh, apa tujuannya, dan bagaimana hasilnya.

Suatu laporan penelitian umumnya dibagi dalam 5 (lima) atau 6 (enam) bab. Sebelum bab-bab laporan, ada bagian pendahuluan yang memberikan gambaran umum mengenai laporan. Bagian laporan penelitian terdiri dari beberapa halaman yang berisi:

$1a.       Halaman judul;

$1b.      Halaman persetujuan dari konsutan, jika ada;

$1c.       Halaman pengesahan dari rektor cq. Pusat Penelitian dan diketahui Dekan

$1d.      Fakultas masing-masing/ dari atasan langsung peneliti

$1e.       Abstrak;

$1f.       Kata pengantar;

$1g.      Daftar isi

$1h.      Daftar tabel;

$1i.        Daftar gambar/grafik (jika ada).

Berikut ini diberikan contoh laporan penelitian yang terdiri atas 5 bab dan 6 bab tersebut.

$1a.         Laporan penelitian yang terdiri atas 5 bab, sistematikanya adalah sebagai berikut:

Bab I                                : Pendahuluan

Bab II                               : Telaah Kepustaan

Bab III                             : Metodologi Penelitian

Bab IV                             : Hasil Penelitian dan Pembahasan

Bab V                               : Kesimpulan dan Saran

$1b.         Laporan penelitian yang terdiri atas 6 bab, sistematikanya adalah sebagai berikut:

Bab I                                : Pendahuluan

Bab II                               : Telaah Kepustaan

Bab III                             : Metodologi Penelitian

Bab IV                             : Hasil Penelitian

Bab V                               : Pembahasan Hasil Penelitian

Bab VI                             : Kesimpulan dan Saran

 

$1G.    Kesimpulan

Pengertian dasar laporan ialah menyajikan fakta secara objektif dan jelas. Peranan Laporan sebagai media komunikasi yang baik.     Fungsi laporan penelitian untuk keperluan studi akademis, pengembangan ilmu pengetahuan, keperluan lembaga masyarakat, lembaga pemerintahan, atau lembaga bisnis tertentu.

Syarat-syarat laporan penelitian, laporan harus lengkap dan objektif, laporan harus jelas, laporan harus langsung mengenai sasaran, laporan harus tegas dan konsisten, tidak ada kontroversi antara bagian yang satu dan yang lain, keterangan tidak berubah-ubah dalam situasi apapun, gaya penulisan stabil dari awal sampai akhir, laporan harus tepat pada waktunya dan tepat penerimanya. Jenis laporan penelitian dalam bentuk publikasi ilmiah yang dilakukan oleh peneliti pada majalah ilmiah seperti jurnal, jenis laporan penelitian  yang ditujukan kepada para pembuat keputusan atau kebijaksanaan. Bentuk demikian oleh penulis dinamakan bentuk eksekutif, Jenis laporan penelitian dalam bentuk  tulisan sebagai hasil penelitian yang dilemparkan kepada masyarakat awam. Yang demikian biasanya dimuat sebagai artikel dalam koran.

Suatu laporan penelitian umumnya dibagi dalam 5 (lima) atau 6 (enam) bab. Sebelum bab-bab laporan, ada bagian pendahuluan yang memberikan gambaran umum mengenai laporan. Bagian laporan penelitian terdiri dari beberapa halaman yang berisi: halaman judul, halaman persetujuan dari konsutan (jika ada), halaman pengesahan dari rektor cq. Pusat Penelitian dan diketahui Dekan, Fakultas masing-masing/ dari atasan langsung peneliti, abstrak, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar/grafik (jika ada).

Macam-macam bentuk laporan penelitian yaitu; penelitian survei, penelitian ex post facto, penelitian eksperimen, penelitian kualitatif, penelitian kuantitatif, penelitian analisis konten, penelitian tindakan, dan penelitian historis. Penyajian hasil penelitian dapat menggunakan tiga macam cara, yaitu penyajian verbal, matematis, dan penyajian visual.  Dalam teknik penulisan laporan penelitian perlu diperhatikan beberapa hal yaitu; kertas yang dipakai dan ukurannya, pengetikan huruf, kata, dan alinea, pengetikan nomor, tanda baca, dan simbol, dan pengutipan.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Arifin, Tajul. 2005. Penulisan Laporan Hasil Penelitian. Bandung: Pusat Penelitian IAIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian; Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Bungin, Burhan, dkk. Dimensi Metodologis Dalam Penelitian Sosial. Surabaya: Usaha Nasional.

Moleong, Lexy J. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sugiono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Jakarta: Rineka Cipta.

Sukamto, dkk. 1995. Pedoman Penelitian. Yogyakarta: Lembaga Penelitian IKIP Yogyakarta.

Suma, Muhammad Amin, dkk. 1998. Buku Panduan Penelitian IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Jakarta: Pusat Penelitian IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Suprayogo, Imam, dan Tobroni. Metodologi Penelitian Sosial dan Agama. Bandung: Rosda.

Supriadi, Dedi. Pokoknya Kualitatif, Dasar-dasar Merancang dan Melakukan Penelitian Kualitatif. Jakarta: Pustaka Jaya.

Usman, Husaini, dan Purnomo Setiady Akbar. 1996.  Metodologi Penelitian Sosial. Jakarta: Bumi Aksara.

Wed, 22 Apr 2015 @11:51

Copyright © 2017 HM YUNUS · All Rights Reserved