RSS Feed
Tes Calon Web Anda Tanpa www, lalu klik CEK

Cek Nama Domain ?

DAFTAR WEBSITE SEMENTARA

Sudah Solatkah Anda?
JADWAL SOLAT



widgeo.net

Visitor

Selamat Datang!
image

Drs. HM. YUNUS, M.Pd.I

No.HP: 08161397930, WA:081314609933


d/a: KANTOR DINAS PENDIDIKAN LT.2 KOTA BEKASI JAWA-BARAT
image

Pengawas Pembina Kota Bekasi

ASOSIASI PENGAWAS SEKOLAH INDONESIA

Al-Quran 30 Juz On-Line
HIJRAH BERSAMA UYM

MY FACEBOOK
KUMPULAN DOA-DOA
GAMBAR ANIMASI

MY YAHOO

MY SLIDESHARE

PAKIS KOTA BEKASI

TUTORIAL WEB MATIC

PENGAWAS

PENGAWAS PROFESIONAL

Profesionalisme adalah komitmen para profesional terhadap profesinya. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan kebanggaan dirinya sebagai tenaga profesional, usaha terus-menerus untuk mengembangkan kemampuan  profesional.
Ada 4 ciriā€ciri profesionalisme: (a) Memiliki keterampilan yang tinggi dalam suatu bidang serta kemahiran dalam menggunakan peralatan tertentu yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas yang bersangkutan dengan bidang tadi. (b) Memiliki ilmu dan pengalaman serta kecerdasan dalam menganalisis suatu masalah dan peka di dalam membaca situasi cepat dan tepat serta cermat dalam mengambil keputusan terbaik atas dasar kepekaan. (c) Memiliki sikap berorientasi ke depan sehingga punya kemampuan mengantisipasi perkembangan lingkungan yang terbentang di hadapannya. (d) Memiliki sikap mandiri berdasarkan keyakinan akan kemampuan pribadi serta terbuka menyimak dan menghargai pendapat orang lain, namun cermat dalam memilih yang terbaik bagi diri dan perkembangan pribadinya 
Kompetensi menurut Purwadarminta dalam kamus umum Bahasa Indonesia, adalah kewenangan (kekuasaan) untuk menentukan atau memutuskan sesuatu hal. Kompetensi yang ada dalam Bahasa Inggris adalah competency atau competence merupakan kata benda, menurut William D. Powell dalam aplikasi Linguist Version 1.0 (1997) diartikan: 1)kecakapan, kemampuan, kompetensi 2)wewenang. Kata sifat dari competence adalah competent yang berarti cakap, mampu, dan tangkas.
Jadi kompetensi pengawas dapat berarti suatu kewenangan pengawas dalam menentukan atau memutuskan suatu permasalahan yang ada dalam suatu lingkup tupoksinya, atau juga dapat diartikan sebagai kemampuan pengawas dalam menguasai bidang tugasnya baik  bersifat teoritis maupun praktis sesuai dengan tuntutan tugas menurut peraturan yang  berlaku.
Supervisi akademik adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran demi pencapaian tujuan pembelajaran Glickman (1981). Sementara itu, Daresh (1989) menyebutkan bahwa supervisi akademik merupakan upaya membantu guru-guru mengembangkan kemampuannya mencapai tujuan pembelajaran.
Kompetensi supervisi akademik adalah kemampuan pengawas sekolah dalam melaksanakan pengawasan akade­mik yakni menilai dan membina guru dalam rangka memper­tinggi kualitas proses pembelajaran yang dilaksanakannya agar berdampak terhadap kualitas hasil belajar siswa.
Kompetensi supervisi akademik yang harus dikuasai pengawas sebagai terdapat dalam Permendiknas No. 12 tahun 2007 sebagai berikut; (a) Menguasai konsep, prinsip, teori dasar, karakteristik dan kecenderungan perkembangan tiap mata pelajaran; (b) menguasai konsep, prinsip, teori dasar, karakteristik dan kecenderungan proses pembelajaran/pembimbingan tiap mata pelajaran; (c) memahami konsep, prinsip, teori/teknologi, karakteristik dan kecendrungan perkembangan proses pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam mata pejalaran PAI;  (d) membimbing guru dalam menyusun silabus mata pelajaran berdasarkan standar isi, standar kompetensi dan kompetensi dasar serta prinsip-prinsip pengembangan KTSP; (e) membimbing guru dalam memilih dan menggunakan strategi/metode/teknik, pembelajaran/’bimbingan setiap mata pelajaran membimbing guru dalam menyusun rencana pelaksa­naan pembelajaran tiap mata pelajaran; (f) membimbing guru dalam menyususn rencana pelaksanaan  pembelajaran tiap mata pelajaran; (g) membimbing guru dalam melaksanakan pembelajaran di laboratorium dan di lapangan; (h) membimbing guru dalam mengelola, merawat, mengem -bangkan dan menggunakan media serta fasilitas pembe-lajaran/bimbingan; (i)  membimbing guru dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk pembelajaran/bimbingan.
Tugas pengawas sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi No 21 Tahun 2010 Tentang  Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya, Pasal 5; Tugas pokok Pengawas Sekolah adalah melaksanakan tugas pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan yang meliputi penyusunan program pengawasan, pelaksanaan pembinaan, pemantauan pelaksanaan 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan, penilaian, pembimbingan dan pelatihan professional Guru, evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan, dan pelaksanaan tugas kepengawasan di daerah khusus.
Mengenai kualifikasi pengawas sebagaimana diat Pasal 31: 
(1) PNS yang diangkat dalam jabatan Pengawas Sekolah harus memenuhi syarat sebagai berikut:  (a) Masih berstatus sebagai Guru dan memiliki sertifikat pendidik dengan pengalaman mengajar paling sedikit 8 (delapan) tahun atau Guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah paling sedikit 4 (empat) tahun sesuai dengan satuan pendidikannya masi ng-masing; (b) berijazah paling rendah Sarjana (S1)/Diploma IV bidang Pendidikan; (c) memiliki keterampilan dan keahlian yang sesuai dengan bidang pengawasan; (d) memiliki pangkat paling rendah Penata, golongan ruang III/c; (e) usia paling tinggi 55 (lima puluh lima) tahun; (f) lulus seleksi calon Pengawas Sekolah; (g) telah mengikuti pendidikan dan pelatihan fungsional calon Pengawas Sekolah dan memperoleh STTPP; dan (h) setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) paling rendah bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir.
Para pakar pendidikan telah banyak menegaskan bahwa seseorang akan bekerja secara profesional apabila ia memiliki kompetensi yang memadai. Maksudnya adalah seseorang akan bekerja secara profesional apabila ia memiliki kompetensi secara utuh. Seseorang tidak akan dapat bekerja secara profesional apabila ia hanya memenuhi salah satu kompetensi di antara sekian kompetensi yang dipersyaratkan. 
Kompetensi tersebut merupakan perpaduan antara kemampuan dan motivasi. Betapapun tingginya kemampuan seseorang, ia tidak akan bekerja secara profesional apabila ia tidak memiliki motivasi kerja yang tinggi dalam mengerjakan tugas-tugasnya. Sebaliknya, betapapun tingginya motivasi kerja seseorang, ia tidak akan bekerja secara profesional apabila ia tidak memiliki kemampuan yang tinggi dalam mengerjakan tugas-tugasnya.

Sat, 21 Nov 2015 @22:19

Copyright © 2017 HM YUNUS · All Rights Reserved